BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Rabu, 25 November 2009

Musik Tradisional Di Daerah qu
Sekarang ini banyak orang yang lebih cendrung menyukai musik pop dibandingkan musik daerah yang terdapat di daerah kita sendiri,seharusnya kita bangga dengan adanya musik radisional didaerah kita yang tentunya merupakan cirri khas tersendiri bagi daerahnya.key,,,???disini saya akan maenceritakkan alat music yang terdapat di daerah saya yakni CALEMPONG yang biasa disebut RARAK GODANG.
Rarak godang ini biasanya dimain kan oleh 4 orang pemain.yang masing-masingnya memainkan satu alat music,diantara alat music tersebut adalah 1.calempong itu sendiri 2.satu yang memainkan gong 3.dan 2 orang yang memegang gendang.pemain music ini dimainkan oleh laki-laki dan mereka biasanya memakai pakaian melayu pada saat pertunjukan.dan biasanya pertunjukan ini di adakan di rumah tinggi.pertunjukan music ini berfungsi sebagai hiburan,yakni pada saat pertunjukan silat,acara nikah kawin,manjopuik limau pada saat hari raya idul fitri dan masih banyak lagi.
Alat music yang menonjol pada pertunjukan ini ialah calempong itu sendiri yang fungsinya sebagai Pengatur lagu.yang saya ketahui lagu-lagu yang sering dinyanyikan pada saat acara pertunjukan ialah diantaranya berjudul;Palu,tigo-tigo,ujuang sabawui,hilir buyia.yang menggunakan bahasa kampong.satu lagu biasanya dimainkan selama 5 menit.keunikan dari alat music ini ialah alat music ini tidak dapat dimainkan oleh sembarangan orang,dan yang lebih uniknya lagi pada saat orang mengadakan pesta pernikahan,music ini dimainkannya sampai subuh.itulah kehebatannya,,,!!!tanggapan saya terhadap music ini yakni hendaknya alat music ini di lestarikan soalnya sekarang ini banyak alat music tradisional yang diganti dengan alat music

Hari Pahlawan

hari pahlawan telah tiba,untuk meperingati perjuangan arek-arek Surabaya sewaktu menentang pendudukan kembali Belanda atas Indonesia. Mereka menurunkan bendera Belanda yang dikibarkan di Hotel Yamato, diganti dengan bendera Merah Prutih. Dalam pertempuran ini banyak rakyat Surabaya menjadi korban.Bung tomo merupakan pemimpin yang mengobarkan semangat perlawanan rakyat Surabaya.
Semangat mereka yang tak pernah mati memang patut kita teladani dan kita contoh. Mereka yang selalu penuh keikhlasan dalam mempertaruhkan jiwa dan raganya adalah teladan bagi kita, para penerus perjuangan bangsa Indonesia yang kelak akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dalam membangun negeri Indonesia yang sangat kita cintai ini.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan. Hari pahlawan seharusnyalah kita maknai dengan mengingat jasa para pahlawan yang telah gugur baik pada sebelum, selama, maupun sesudah revolusi kemerdekan. Mereka semua dari golongan suku manapun, agama manapun, berjasa mengantarkan kemerdekaan bangsa ini. Jadi, tugas kita sebagai generasi penerus adalah mengisinya sesuai dengan bidang masing-masing.
kita sebagai penerus bangsa indonesia,untuk memberi penghormatan kepada para pahlawan, seharusnyalah kita sebagai ,siswa/siswi hendaknya menjalankan perannya sebagai pelajar semestinya,begitu pula dengan para pejabat,guru-guru,dan yang lainnya.

Kamis, 05 November 2009

sumpah pemudah


Sumpah Pemuda

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Lahir sebagai Putusan Kongres Pemuda ke-2 pada 28 Oktober 1928, dapat dikatakan Sumpah Pemuda tidak mempunyai naskah otentik. Yang ada adalah naskah otentik Poetoesan Congres Pemoeda-Pemoeda Indonesia. Putusan kongres itulah yang mengalami rekonstruksi simbolik menjadi Sumpah Pemuda.

Kita sebagai pemuda pada massa ini kita harus terus menggalakkan semangat sumpah pemuda, seperti contoh dengan terus membudayakan bahasa indonesia sebagai bahasa nasional, dan selalu mempertahankan budaya Indonesia. Pada saat ini, budaya Indonesia banyak yang diambil oleh negara tetangga kita Malaysia. Itu adalah salah satu contoh bahwa bangsa Indonesia masih kurang memperhatikan budayanya sendiri. Oleh karena itu, dengan semangat sumpah pemuda kita tingkatkan kesatuan bangsa dan kita pertahankan budaya asli yang kita miliki. Jangan menjadi negara yang mau mengalah pada negara lain. Maju para pemuda dan pemudi Indonesia, negara berada di tangan kita.....................................bangkitkan kembali semangat sumpah pemuda............

Minggu, 25 Oktober 2009

PENGHARGAAN KUANTAN SINGINGI


Berkat usaha kita selama ini dalam melindungi dan melestarikan alam yang kita miliki sehingga kab. Kuansing mendapatkan penghargaan yang sangat membanggakan untuk kita semua.Penghargaan lomba penghijauan dan konvertasi alam tingkat nasional dari menteri kehutanan M S Kaban ini membuat daerah kita terutama bupati kita H. Sukarmis mendapatkan pandangan positif dari daerah lain diluar Kuansing.

semoga untuk kedepannya daerah Kuansing akan lebih baik lagi dari sebelumnya dalam segala bidang,amiiiiinnn......
Saya ucapkan selamat dan sukses


Kepada


Pemeritah kabupaten Kuantan Singingi


Mendapatkan penghargaan


Lomba penghijauan dan konservasi alam


Tingkat Nasional
tahun 2009


Dari :Menteri Kehutanan M.S Kaban

Minggu, 18 Oktober 2009

HALAL BI HALAL

Assalamu’alaikum Wr.Wb
Pada hari jumat yaitunya pada tanggal 9 oktober 2009 para civitas sma pintar mengadakan acara halal bi halal yang diadakan di mesjid Babussalam bersama warga jake tentunya,,,!!!karena mesjid tersebut satu-satunya mesjid yang dekat dengan sekolah kami,,,maka kami pergi kesana dengan berjalan kaki,wieehc,,,capek bangeeeet,,,!!???tapi yang bikin saya keselnya lagi,ada sebagian orang dari teman kami kesana dengan memakai kendaraan,,??tapi nggak papa dech,lagian jalan pagi2 itu kan juga sehat,ya g”,,???
walaupun perjalanannya cukup melelahkan,tapi kami tidak pernah mengeluh dengan hal itu,melainkan kami sangat menikmatinya,,,sebab??selama kami berada dalam ruang lingkup sma pintar,kami tidak di perbolehkan keluar dari sekolah sebelum mendapatkan izin,kecuali pada hari sabtu yaitunya lari pagi,,,tapi,sayangnya Cuma bentaarrr,,,!!!koq ceritanya ngelantur kamana-mana gini ya,,,,,,???
Key,,,kita lanjutin lagi ya??sesampainya kami di mesjid Babussalam.kamipun masuk ke rumah allah tersebut,,,dan menunggu acara yang akan dimulai,,,,???pada pembukaan acara tersebut,,acaranya dipandu oleh temen kami yaitunya Jessi Latni Gusniarta,Gema ilahi oleh rezka faulina dan rizkia fuji nanda.and setelah acara sambutan dari kepala sekolah selesai,tibalah acara yang kita tunggu-tunggu yaitunya santapan rohani yang akan di sampaikan oleh Ustad Lasmiadi S.pd.i.Ustad tersebut menerangkan tentang:
_Iman:sebagai lahan yang subur
_Muslim:sebagai bibit unggul dan
_Muhsin:sebagai pagar yang kokoh
Selain itu Ustad tersebut menerangkan bahwa surga ada ditelapak kaki ibu,,dan surga ditelapak kaki ibu itu baru didapatkan,apabila seorang ibu tersebut telah mempunyai anak.dan apabila seorang ibu tersebut belum juga di beri seorang anak oleh allah swt selama hidupnya,maka suatu saat nanti allah memberikan anak di akhirat kelak,,,dan kita sebagai anak hendaknya berbakti pada orang tua kita.dan ustad tersebut juga menerangkan tentang pentingnya shalatdimana shalat merupakan tiang agama,,semua amal ibadah kita tergantung pada shalat.jika kita juga mengerjakan amal-amal lainnya seperti:puasa,zakat,dan haji,tapi shalat tidak kita kerjakan,,maka,amal kita tersebut hanyalah sia-sia.mungkin hanya itu yang dapat saya kutip dari ceramah agama yang disampaikan oleh Ustad Lasmiadi,,,!!??

Kamis, 15 Oktober 2009

Ultah Kuansing

Assalamu’laikum Wr.Wb

Saya mengucapkan selamat hari ulang tahun buat KUANSING yang ke sepuluh tentunya,,yakni tepatnya pada tanggal 12 0ktober 2009.

Meskipun sekarang KUANSING baru berumur 10 tahun,,tapi tidak kalah hebatnya dengan kabupaten-kabupaten yang lainnya.seperti kita lihat pembangunan di kuansing,,,contohnya saja pembangunan SPORT CENTER yang digarap oleh kuantan singingi,yang bertujuan agar kabupaten kuansing siap ditunjuk menjadi tuan rumah pada PON 2012 nantinya yang di adakan di provinsi RIAU,,,

Dan adanya pembagunan SMA PINTAR yang dikelolah oleh pemda kuansing yang tujuan nya tidak lain dan tidak bukan ialah untuk menghasilkan/menciptakan generasi penerus kuansing yang berkualitas dan tentunya mempunyai akhlak yang baik,,,,

KUANSING juga memiliki banyak ragam seni diantaranya ialah Tarian Tradisional,Randai,Calempong,Kayat,dan masih banyak lagi..dan tentunya anda juga mengetahui kuansing memiliki kebudayaan dimana event ini diadakan setiap tahunnya,yang tak lain tak bukan ialah event pacu jalur,,yang baru saja kita saksikan kemaren,event ini telah menjadi cirri khas kabupaten kuantan singingi.

Dan saya do’akan,semoga dengan ulang tahun KUANSING yang ke 10 ini dapat membangkitkan semangat generasi muda kuansing,agar tetap eksis untuk menghasilkan karya-karya yang terbaik buat KUANSING yang tujuannya untuk memajukan kabupaten kita yakni KUANSING,,,,dan bagi pemerintah&semua yang tercakup didalamnya,agar dapat membangun KUANSING ini agar lebih maju,lebih modern dan lebih di kenal oleh orang,bahkan sampai keluar negara sekalipun,untuk itu tetap dengan slogan

Basatu

Nagori

Maju

opini mengenai gempa di sumbar

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Ingatkah anda tentang gempa di sumbar kemreN,,!!tentu ingat bukan..???

Mengenai gempa disumbar yang terjadi pada tanggal 30 september 2009 tepatnya jam 17;16 wib yang berkekuatan 7,6 SR tersebut,sungguh sangat dahsyyat sekali sehingga ratusan bahkan ribuan orang yang meninggal akibat gempa yang sangat dahsyat tersebut.di televisi kita bisa melihat..!!diantara nya
_banyaknya nya orang yang terhimpit oleh reruntuhan,seorang anak yang kehilangan keluarganya,dan msih banyak yang lainnya....

kota padang yang terkenal dengan tempat pariwisata yang keindahan alamnya yang luar biasa,sehingga banyak turis yang berkunjung kesana,,apakah anda tau bagaimana keadaan kota tersebut sekarang,,,,???kota tersebut sekarang tidak seperti kota yang dulu lagi,terlihat dari bangunannya sudah banyak yang roboh,jalan sudah banyak yang retak bahkan sampai putus sehingga jalan tersebut tidak dapat dilalui,,,!apakah kota tersebut bisa seperti seindah yang kemaren atau sebaliknya,,!!!kita tidak tau pasti,tapi kita berdo’a mudah-mudahan kota padang tetap menjadi tempat pariwisata yang banyak dikunjungi oleh banyak orang Amin.....!!!dan untuk itu kita sebagai hambah allah tentunya memiliki rasa kasihan terhadap mereka,,,dan untuk mewujutkan semua itu kita dapat meringankan beban mereka,dengan bantuan apakah itu berupa uang,kebutuhan pokok dan lain sebagainya,,,meskipun bantuan yang kita berikan itu hanya sedikit tapi itu semua sangat berarti bagi mereka semua.untuk itu marilah kita bantu saudara-saudara kita yang berada disana.

Ya allah sungguh berat cobaan yang engkau berikan pada saudara-saudara kami,,,!!kami tau,ini semua adalah pelajaran bagi kami,,supaya kami tetap mensucikan dan memuliakan engkau,,,???

Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan pada semuanya,,,dan akhir kata saya ucapkan Assalamu’alaikum Wr.Wb.....

Minggu, 27 September 2009

pengalaman seni selama liburan

Assalamu’allaikum wr.wb.baiklah disini saya akan menceritakan pengalaman seni saya selama liburan.yaitunya pada saat saya melihat festival perahu baganduang.perahu baganduang ialah tradisi masyarakat yang turun-temurun telah ada di kecamatan kuantan mudik.mungkin orang mengatakan ini bukanlah seni melainkan suatu tradisi/kebudayaan.tapi,bagi saya itu tidak!!perahu baganduang itu kalau kita lihat dari sisi lain merupakan suatu seni yang mempunyai cita rasa yg tinggi dan makna tersendiri.yaitu terlihat dari hiasan atw ornamen-ornamen yg terdapat pada perahu baganduang yang diatasnya di bangun rumah-rumahan yg dihiasi dgn berbagai simbol adat yang berwarna warni,yg sering dinamakan oleh masyarakat setempat dgn nama gulang-gulang.rumah tersebut juga dilengkapi dgn umbul-umbul dan peralatan pusaka tradisional.dan semua itu dapat saya katakan sebagai seni.

Sepengetahuan saya,festival perahu baganduang yg merupakan simbol adat masyarakat kuantan ini sebenarnya memiliki sejarah panjang.keyy aq ceritain,,??!!Ne ceritanya.Konon,tradisi berlayar dgn perahu baganduang telah ada semenjak masa kerajaan-kerajaan dahulu.Mm.....da lama bnget ya,,,,??perahu ini digunakn oleh raja sebagai sarana transportasi.lambat laun tradisi berlayar ini kemudian dipakai untuk mengantar air jeruk,oleh menantu ke rumah mertua untuk menyambut hari raya idulfitri.dalam tradisi,masyarakat kuantan memang terdapat kebiasaan ritual mandi balimau,sebagai simbol pembersihan diri pada pagi hari menjelang hari raya idulfitri.Nah,,!!!kebiasaan menggunakan perahu tersebut dirawat dan dipelihara masyarakat setempat dan kini diwujudkan melalui festival perahu baganduang.

Selain itu,selama liburan qu jga sering mendengarkan musik.diantaranya lagu yang sering aq puterin itu ialah lagunya peterpan&lagu korea.qu suka sama band peterpan karna memang lagu2nya bagus2 semua.tapi sekarang mereka mau ganti nama karena ada konflik2 gitu dech,,!!tapi,apapun namanya nanti qu doa’in bakalan sukses seperti band peterpan.trus kalau tntang lagu korea,,??aq juga g” tau sich kenapa qu bisa suka lagu korea,Mm...mungkin karna qu suka nonton film nxa kali ya,,,,?walaupun arti liriknya g” tau sama sekali,he,he,he,,,,,,,,!!!!tapi dengan lantunan irama and musik yg dibawakannya membuat pikiran qu jadi tenang.tapi,bukan berarti juga kalau aq g” suka lagu indonesia??!!qu suka koq lagu indonesia,tuch contohnya aja peterpan.

Oya,,,???!!! Musik juga dapat meningkatkan ketakwaan kita kepada alllah swt Lho,,,!kenapa saya dapat mengatakan hal demikian?contohnya aja lagu religi,karna dengan adanya lagu-lagu religi dan sentuhan rohani yang disampaikannya dapat menggugah hati setiap insan untuk slalu ingat pada yang maha kuasa.dan ini terbukiti bahwa musik bukan hanya untuk tempat hiburan saja melainkan juga berpengaruh terhadap hidup kita.Mmm.......mungkin hanya itu pengalaman seni yang dapat saya ceritakan selama liburan.saya sudahi dgn assalamu’allaikum wr.wb.

Budaya Indonesia Yang Diklaim Malaysia

Kalau dibilang menyakitkan…ya betul, menyakitkan memang “jika sesuatu yang merupakan kepunyaan diakui atau di klaim oleh orang lain” dan itulah yang rasakan oleh sebagian atau mungkin seluruh rakyat Indonesia. Kebudayaan yang merupakan Aset Negara dan Warisan nenek Moyang sebagai harta tak terbeli dengan seenaknya di klaim sebagai Budaya Negara lain ( Malaysia, red ).

Belum lagi permasalahan Ambalat yang selalu membara, Malaysia kini berulah dengan mengklaim beberapa Kebudayaan yang sudah turun temurun berada dan dimiliki Indonesia.

Memang Indonesia adalah Negara kaya akan Budaya namun tidak berarti bahwa Budaya dapat diberikan atau dilepas begitu saja. Menurut sebagian pengamat dan opini masyarakat bahwa ada beberapa faktor yang mengakibatkan begitu mudahnya peng Klaim an Budaya kita.

1. Kita sebagai Negara yang mungkin Tidak terlalu Peduli akan Budaya, sehingga tidak ada tindakan konkrit dan tegas untuk membiarkan hal ini terjadi.

2. Negara mungkin masih “Enggan” mengeluarkan dana untuk memproteksi Budaya – Budaya kita dengan memiliki hak paten.

3. Kita mungkin terlalu Takut kepada Negara peng Klaim atau Negara peng Klaim yang tidak tau diri dan asal main comot aja.

Berikut Beberapa Budaya dan Harta Milik Indonesia yang di Klaim Malaysia :

1. Batik

Batik, Budaya dan Harta Milik Indonesia yang di Klaim MalaysiaBatik (atau kata Batik) berasal dari bahasa Jawa “amba” yang berarti menulis dan “nitik”. Kata batik sendiri meruju pada teknik pembuatan corak – menggunakan canting atau cap – dan pencelupan kain dengan menggunakan bahan perintang warna corak “malam” (wax) yang diaplikasikan di atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna.

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya “Batik Cap” yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak “Mega Mendung”, dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.

2. Kuda Lumping

Kuda Lumping, Budaya dan Harta Milik Indonesia yang di Klaim MalaysiaAwalnya, menurut sejarah, seni kuda lumping lahir sebagai simbolisasi bahwa rakyat juga memiliki kemampuan (kedigdayaan) dalam menghadapi musuh ataupun melawan kekuatan elite kerajaan yang memiliki bala tentara.

Di samping, juga sebagai media menghadirkan hiburan yang murah-meriah namun fenomenal kepada rakyat banyak.

Pertunjukan juga biasanya disuguhi adegan-adegan berbahaya seperti, makan dan jalan pada beling, jalan dan makan bara api.

3. Angklung

Angklung, Budaya dan Harta Milik Indonesia yang di Klaim MalaysiaDalam rumpun kesenian yang menggunakan alat musik dari bambu dikenal jenis kesenian yang disebut angklung. Adapun jenis bambu yang biasa digunakan sebagai alat musik tersebut adalah awi wulung (bambu berwarna hitam) dan awi temen (bambu berwarna putih). Purwa rupa alat musik angklung; tiap nada (laras) dihasilkan dari bunyi tabung bambunya yang berbentuk wilahan (batangan) setiap ruas bambu dari ukuran kecil hingga besar.

Angklung merupakan alat musik yang berasal dari Jawa Barat. Angklung gubrag di Jasinga, Bogor, adalah salah satu yang masih hidup sejak lebih dari 400 tahun lampau. Kemunculannya berawal dari ritus padi. Angklung diciptakan dan dimainkan untuk memikat Dewi Sri turun ke Bumi agar tanaman padi rakyat tumbuh subur.

4. Bunga Rafflesia Arnoldi

Bunga Rafflesia Arnoldi, Budaya dan Harta Milik Indonesia yang di Klaim MalaysiaPatma raksasa (Rafflesia arnoldii) merupakan tumbuhan parasit obligat yang terkenal karena memiliki bunga berukuran sangat besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia. Ia tumbuh di jaringan tumbuhan merambat (liana) Tetrastigma dan tidak memiliki daun sehingga tidak mampu berfotosintesis. Tumbuhan ini endemik di Pulau Sumatera, terutama bagian selatan (Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan). Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan daerah konservasi utama spesies ini. Jenis ini, bersama-sama dengan anggota genus Rafflesia yang lainnya, terancam statusnya akibat penggundulan hutan yang dahsyat. Di Pulau Jawa tumbuh hanya satu jenis patma parasit, Rafflesia patma.

5. Wayang Kulit

Wayang Kulit, Budaya dan Harta Milik Indonesia yang di Klaim MalaysiaWayang berasal dari kata wayangan yaitu sumber ilham dalam menggambar wujud tokoh dan cerita sehingga bisa tergambar jelas dalam batin si penggambar

karena sumber aslinya telah hilang.

Awalnya, wayang adalah bagian dari kegiatan religi animisme menyembah ‘hyang’, itulah inti-nya dilakukan antara lain di saat-saat panenan atau taneman dalam bentuk upacara ruwatan, tingkeban, ataupun ‘merti desa’ agar panen berhasil atau pun agar desa terhindar dari segala bala.

Rabu, 19 Agustus 2009

Sejarah Pacu Jalur

Di awal abad ke-17, jalur merupakan alat transportasi utama warga desa di Rantau Kuantan, yakni daerah di sepanjang Sungai Kuantan yang terletak antara Kecamatan Hulu Kuantan di bagian hulu hingga Kecamatan Cerenti di hilir. Saat itu memang belum berkembang transportasi darat. Akibatnya jalur itu benar-benar digunakan sebagai alat angkut penting bagi warga desa, terutama digunakan sebagai alat angkut hasil bumi, seperti pisang dan tebu, serta berfungsi untuk mengangkut sekitar 40 orang.

Kemudian muncul jalur-jalur yang diberi ukiran indah, seperti ukiran kepala ular, buaya, atau harimau, baik di bagian lambung maupun selembayung-nya, ditambah lagi dengan perlengkapan payung, tali-temali, selendang, tiang tengah (gulang-gulang) serta lambai-lambai (tempat juru mudi berdiri). Perubahan tersebut sekaligus menandai perkembangan fungsi jalur menjadi tidak sekadar alat angkut, namun juga menunjukkan identitas sosial. Sebab, hanya penguasa wilayah, bangsawan, dan datuk-datuk saja yang mengendarai jalur berhias itu.

Baru pada 100 tahun kemudian, warga melihat sisi lain yang membuat keberadaan jalur itu menjadi semakin menarik, yakni dengan digelarnya acara lomba adu kecepatan antarjalur yang hingga saat ini dikenal dengan nama pacu jalur. Pada awalnya, pacu jalur diselenggarakan di kampung- kampung di sepanjang Sungai Kuantan untuk memperingati hari besar Islam.

Saat itu, karena berangkat dari kemeriahan antarkampung yang sangat sederhana, maka untuk para juara lomba tidak ada hadiah yang diperebutkan, yang ada adalah acara makan bersama warga sekampung dengan menu makanan tradisional setempat, seperti konji, godok, lopek, paniaran, lida kambiang, dan buah golek. Tetapi, di beberapa kampung ada juga yang menyediakan hadiah berupa marewa (bendera kain berwarna-warni berbentuk segi tiga dengan renda di bagian tepinya), yang diberikan untuk juara satu hingga empat dengan perbedaan pada ukuran kainnya.

Kegiatan-kegiatannya dalam Upacara Pacu Jalur antara lain adalah :

a) Membuat Jalur (membuat perahu / sampan)

Pekerjaan membuat jalur tentulah tidak dapat dilakukan satu atau dua orang, melainkan memerlukan beberapa orang yang ahli dengan bantuan masyarakat, karena jalur yang dibuat adalah dalam ukuran besar, panjangnya 25-30 meter yang akan didayung oleh 50-60 orang.

Pekerjaan yang pertama sekali dilakukan adalah mencari bahan, yakni pohon kayu besar sekitar empat pemeluk (antara 45 meter lingkaran batangnya) diatur oleh seorang Paktuo dan Dukun Kayu. Setelah kayu didapat, pekerjaan berikutnya adalah upacara menobang (menebang) kayu yang diawali dengan malembe, yakni membaca doa dan mantra supaya pekerjaan itu berjalan lancar. Selesai itu barulah kayu mulai dicatuk, mulai dilukai. Catukan (kepingan kayu) diambil dan disimpan yang akan dipergunakan sebagai obat jika ada diantara pekerja pembuat jalur sakit. Setelah kayu ditebang dan dibersihkan, barulah pekerjaan membuat jalur dimulai dengan dipimpin oleh seorang Tukang Tuo, dibantu oleh Tukang Pengapik sebanyak dua atau tiga orang serta anggota masyarakat lainnya yang mau membantu dan pandai bertukang.

b) Menarik Jalur

Jalur baru siap separuhnya itu ditarik ke kampung dengan upacara khusus yang disebut menarik jalur. Jalur ditarik dengan mempergunakan rotan manau. Pekerjaan menarik (menghelo) jalur ini dilakukan oleh kaum laki-laki, sedangkan wanitanya menyediakan makanan. Pada waktu itulah para pemuda dan pemudi dapat berdampingan bersenda gurau sambil ajuk mengajuk hati masing-masing. Bahkan, tidak jarang para pemuda turut pula menarik/menghelo jalur berdekatan dengan sang pemudi impiannya. Menarik jalur dari rimba ke kampung adalah pekerjaan yang tidak ringan, bukan saja karena jalur itu sangat berat tetapi jarak yang ditempuh cukup jauh, yakni lebih kurang sepuluh (10) kilometer.

c) Mendiang Jalur (memanggang Jalur)


Setelah jalur selesai dua pertiga, maka jalur itu perlu pula didiang (dipanaskan dengan api). Pekerjaan itupun dilakukan dengan upacara khusus pula dan dimeriahkan dengan berbagai atraksi kesenian masyarakatnya seperti : tari-tarian, bekayat nandong, gondang berogung dan lain sebagainya.

d) Menurunkan Jalur

Dalam menghadapi acara Pacu Jalur, Paktuo lah yang mengatur dan mempersiapkan segala kelengkapannya termasuk menentukan orang-orang yang turut berpacu di dalam jalur itu. Setelah semuanya siap, ditentukanlah ketika yang baik untuk menurunkan jalur itu ke sungai Kuantan. Pada hari dan ketika yang baik menurut dukun, jalurpun diturunkan beramai-ramai, kemudian diceburkan ke air.

e) Pacu Jalur

Pacu Jalur dipusatkan di Taluk Kuantan. Sebelum pembukaan di Taluk Kuantan, terlebih dahulu diadakan pula di Kecamatan Basrah acara Pacu Jalur Lokal, yang hanya diikuti oleh peserta dari Kecamatan Kuantan Hilir. Kebiasaan ini mulai timbul sejak tahun 1970, dan berlangsung sebelum tanggal 17 Agustus setiap tahunnya. Sedangkan Pacu Jalur dilakukan sesudah tanggal 17 Agustus tepatnya minggu ketiga atau keempat yang tersedia sambil menunggu giliran untuk berpacu. Dalam berpacu jalur, panduan rute yang harus dilalui oleh peserta pacuan, di tengah sungai diberi tanda berupa pancang sebagai pemisah lajur jalur panduan rute yang harus dilalui oleh peserta pacuan, di tengah sungai diberi tanda berupa pancang sebagai pemisah lajur jalur.

Pancang jumlah ada 4 (empat) buah yang memberi petunjuk :

- Pancang Mudiak (hulu tempat start)

- Pancang Tongah

- Pancang Ulak yang disebut juga pancang akhir (hilir) tempat jalur kembali ke finishnya. Setelah berpacu, jalur-jalur itu dirapatkan ke tebing tempat hakim pacu menunggu. Pengumuman hakim siapa pemenangnya akan disambut tepuk sorak penonton.

Jumat, 14 Agustus 2009

ART OF CULTURE

NAMA : DESTI KURNIA
KELAS : X1 SMA PINTAR
BIDANG STUDI :SENI
GBS : RONALDO ROZALINO S.sn

kuansing kota jalur


Jalur adalah sampan berukuran panjang (Long Boat Race) 25-40 M, proses pembuatan Jalur ini dimulai dari musyawarah dan mufakat masyarkat untuk mencari kayu ke hutan. Penebangan kayu harus yang memenuhi persyaratan, baik besar kayu, panjang kayu, umur kayu, dan bahkan dinilai dari marwah kayu itu sendiri yang berada disekitar hutan. Setelah penebangan kayu dilaksanakan, kayu dibentuk setengah jadi dan selanjutnya diangkut kedesa dan dilanjutkan setelah sesampainya di desa dan siap untuk dilayur (diasapi).

Dalam proses pengasapan jalur tadi, masyarakat yang punya hajatan disuguhkan makanan khas Kuantan Singingi dan diselingi dengan kegiatan kesenian tradisonal. Pacu jalur merupakan pesta Budaya Rakyat yang dilaksanakan tanggal 21-24 Agustus setip tahunnya. Pesta budaya rakyat ini telah menjadi Event Nasional dan diikuti oleh Kabupaten-Kota se-Propinsi Riau, Propinsi tetangga, bahkan diikuti oleh negara jiran Malaysia, Brunei dan Singafore. Antusias pengunjung sangat tinggi untuk menyaksikan Pacu Jalur, apalagi kalau ada yang diunggulkan. Disamping nilai budaya yang sangat unik, baik entuk Jalur, cara memacukan mempunyai makna dan harus didukung stamina yang prima

13 juli,, semarak pacu jalur mulai dirasakan oleh masyarakat kuansing,,,""
pacu jalur yang merupakan tradisi turun temurun tersebut diadakan di dua lokasi yaitu di kecamatan baserah dan puncaknya diadakan di tepian narosa Taluk Kuantan.
pacu jalur ini disambut dengan meriah,,,

Festival Pacu Jalur

Para anak jalur berusaha mendayung sekuat tenaga agar jalur bisa mendahului lawan pada festival pacu jalur di Sungai Kuantan, Taluk Kuantan, Kabupaten Kuansing, Riau, Kamis (6/8). Festival tahunan ini merayakan kemerdekaan RI yang merupakan warisan buadaya Kabupaten Kuantan Singingi yang telah berlangsung sejak tahun 1900. Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir (VLA) 06-08-2009Tradisi dan budaya pacu jalur, kini telah populer hingga ke tingkat Nasional. Banyak orang yang takjub dengan tradisi dan budaya pacu jalur. Ini di karenakan pacu jalur memiliki keunikan tersendiri. Bentuknya jalur yang panjang hingga 30 meter, dihiasi dengan warna warni.

Satu buah jalur, berisikan 50-60 buah orang anak pacuan. Merekalah yang bertugas memacukan jalur terpanjang di dunia tersebut. Banyak kalangan masyarakat Kuansing, baik di kampung halaman maupun yang berada di perantauan kalau pacu jalur yang telah populer di setiap kecamatan dan di Teluk Kuantan, awalnya di pacukan di Baserah, Kecamatan Kuantan Hilir, yakni di tepian Lubuk Sobae.

Hingga, usia pacu jalur ke 106 tahun tepat Agustus 2009 ini, pacu jalur masih dipacukan di Tepian Lubuak Sobae, Baserah Kecamatan Kuantan Hilir. Menurut, salah seorang tokoh masyarakat Kuantan Hilir Yanizur Taher Spdi yang kini terpilih sebagai ketua umum panitia pacu jalur di Kecamatan Kuantan Hilir 2009, kepada Riau Pos, disela-sela pelaksanaan perpacuan final, Rabu (15/7), menyebutkan, kalau pacu jalur pertama kali di perpacukan di mulai di Tepian Lubuk Sobae, Baserah Kecamatan Kuantan Hilir pada 1960-an.

Memang, kata Yanizur, pacu jalur pernah ditampilkan di Teluk Kuantan pada saat perayaan HUT Ratu Inggris. Tapi, awal kalinya dipacukan dilaksanakan di Lubuk Sobae, Baserah Kecamatan Kuantan Hilir. Dikatakannya, pacu jalur dilaksanakan di tepian Lubuak Sobae, Baserah kecamatan Kuantan Hilir enam sampai tujuh buah jalur.

Itupun dilaksanakan pada saat peringatan hari-hari besar islam. ''Tak banyak ketika itu jalur yang dipacukan, hanya enam sampai tujuh buah jalur pada saat peringatan Hari Besar Islam,'' ujarnya.

Ini dikarenakan, susahnya membuat jalur ketika itu. Proses pembuatan satu buah jalur saja, kata Yanizur Taher yang juga Kacab Dinas Pendidikan Kuantan Hilir, memakan waktu satu tahun. Bukan dikarenakan kayu jalur yang tak tersedia, namun jalan ke rimba belantara yang belum ada. Sehingga untuk mencari kayu jalur harus menempuh jalan kaki dan memakan berhari-hari. Pergi pun harus membawa bekal makanan di perjalanan.